PT TERAS KENCANA
Anggota IKAPI: No. 390/JBA/2021
Anggota IKAPI: No. 390/JBA/2021
TERAS KENCANA: "Menerbitkan Karya dengan Sepenuh Jiwa."
Assalamu 'alaikum Wr. Wb.,
Selamat datang dan bergabung di Laman/Website PT Teras Kencana.
Laman ini memberikan informasi seputar buku-buku terbitan PT Teras Kencana,
Anggota IKAPI No. 390/JBA/2021
Penerbit PT Teras Kencana memiliki Visi
Mempublikasikan Karya Anak Bangsa baik cetak maupun digital agar dapat disajikan dan dinikmati para pembaca di tanah air dan dunia.
Misi Penerbit PT Teras Kencana:
Membantu para calon penulis buku untuk mempublikasikan naskah bukunya dan ber-ISBN
Memberikan konsultasi langkah-langkah menerbitkan sebuah buku yang berstandar Nasional.
Melayani penyuntingan naskah buku yang akan diterbitkan
Mendesain isi dan sampul buku yang akan diterbitkan
Mencetak buku yang sudah siap cetak
Mendistribusikan ke pelosok tanah air
Memasarkan buku dalam pangsa pasar digital marketing/umum
AKTA NOTARIS PT TERAS KENCANA & KEANGGOTAAN IKAPI
ETALASE BUKU-BUKU TERBITAN PT TERAS KENCANA
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-2764-623
Terbit kali pertama pada Februari 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Februari 2026
Jumlah halaman: vi+54 hlm
BACA KLIK DI SINI: https://play.google.com/store/books/details/Hari_Wibowo_BUKU_SAKU_SERI_PEMBELAJARAN_MENDALAM_K?id=KAnCEQAAQBAJ
Kegiatan kokurikuler merupakan bagian integral dari proses pendidikan yang berfungsi memperkuat, memperluas, dan memperdalam pengalaman belajar peserta didik. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mengembangkan karakter, keterampilan sosial, kepemimpinan, serta nilai-nilai moral yang menjadi fondasi penting dalam pembentukan Profil Lulusan yang utuh.
Dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka, kegiatan kokurikuler memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pembelajaran intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar secara kontekstual, kolaboratif, dan reflektif, sekaligus memperkuat delapan dimensi Profil Lulusan yang meliputi aspek spiritual, sosial, intelektual, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Buku ini disusun untuk menjadi panduan praktis bagi sekolah dalam mengelola kegiatan kokurikuler secara terarah dan terukur. Selain itu, buku ini juga berfungsi sebagai alat dokumentasi dan evaluasi yang membantu sekolah menilai efektivitas kegiatan serta dampaknya terhadap perkembangan peserta didik.
Ruang lingkup buku ini mencakup seluruh aspek kegiatan kokurikuler, mulai dari landasan hukum dan konseptual, jenis dan bentuk kegiatan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan pelaporan. Setiap bagian disusun secara sistematis agar mudah dipahami dan diterapkan oleh guru, pembimbing, serta pihak manajemen sekolah.
Melalui buku ini diharapkan sekolah dapat:
Mengembangkan kegiatan kokurikuler yang relevan dengan kebutuhan dan potensi peserta didik.
Mengintegrasikan kegiatan kokurikuler dengan pembelajaran intrakurikuler dan penguatan Profil Lulusan.
Menumbuhkan budaya sekolah yang berorientasi pada pembelajaran sepanjang hayat, karakter, dan kolaborasi.
Akhirnya, penyusunan buku ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung implementasi kebijakan pendidikan nasional yang berfokus pada pembentukan peserta didik yang beriman, berkarakter, cerdas, kreatif, adaptif, dan berdaya saing global. Semoga buku ini dapat menjadi rujukan yang bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam mengembangkan kegiatan kokurikuler yang bermakna dan berdampak positif bagi peserta didik.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-2484-123
Terbit kali pertama pada Januari 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Januari 2026
Jumlah halaman: vi+78 hlm.
BACA KLIK DI SINI: https://play.google.com/store/books/details/Hari_Wibowo_Buku_Saku_Seri_Pembelajaran_Mendalam_A?id=uk5gEQAAQBAJ
Dalam era pendidikan yang semakin menuntut personalisasi, keterlibatan aktif siswa, dan penilaian yang bermakna, asesmen tidak lagi sekadar alat pengukur hasil belajar. Asesmen kini telah berkembang menjadi bagian integral dari proses pembelajaran itu sendiri. Buku saku ini hadir untuk menjawab kebutuhan para pendidik akan pemahaman yang utuh dan praktis tentang asesmen holistik—sebuah pendekatan yang mengintegrasikan assessment for learning, assessment as learning, dan assessment of learning secara seimbang dan sinergis.
Buku ini dirancang sebagai panduan ringkas, aplikatif, dan relevan bagi guru, kepala sekolah, fasilitator pendidikan, maupun mahasiswa calon pendidik. Di dalamnya, pembaca akan menemukan pembahasan mengenai:
· Fondasi dan prinsip-prinsip asesmen yang efektif;
· Perancangan instrumen yang valid dan adil;
· Praktik pemberian umpan balik yang membangun;
· Integrasi asesmen dalam pembelajaran berdiferensiasi dan berbasis proyek;
· Analisis dan pelaporan hasil asesmen untuk pengambilan keputusan pembelajaran;
· Dan berbagai inovasi asesmen di era digital dan kurikulum merdeka.
Lebih dari itu, buku ini mengajak kita untuk melihat asesmen sebagai alat reflektif dan transformatif, baik bagi guru maupun siswa. Dengan mengembangkan pemahaman tentang assessment as learning, siswa tidak hanya dinilai, tetapi juga didorong untuk menjadi penilai dan pengelola pembelajarannya sendiri—sebuah langkah menuju pembelajaran mendalam dan berkelanjutan.
Kami berharap buku saku ini menjadi teman setia di ruang kelas dan dalam setiap proses perencanaan pembelajaran, sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan yang baik tidak hanya mengukur apa yang telah dikuasai, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar yang bermakna dan manusiawi.
Selamat membaca dan semoga bermanfaat.
Buku ini berisi tentang awal mula saya menjadi Guru Youtuber, Guru Blogger, pengalaman saya mengikuti seleksi Guru Penggerak, aksi nyata yang saya lakukan pada Pelatihan Pendidikan Guru Penggerak.
Saya berharap buku ini bisa memberikan pencerahan kepada Guru-Guru yang akan mengikuti pelatihan luar biasa ini yaitu Pelatihan Guru Penggerak.
Pelatihan yang memberikan saya banyak inspirasi untuk bisa menjadi Guru yang sebenarnya, berpihak pada murid, sesuai dengan kodrat alam dan zaman.
Tentunya di era digitalisasi ini kita Guru dituntut untuk bisa menjadi Guru Kekinian yang mengerti teknologi dan bisa memberikan pembelajaran sesuai dengan jaman digitalisasi.
Sebagai Guru Youtuber dan Blogger, Pelatihan ini sangat menginpirasi saya untuk selalu berbagi kegiatan yang saya lakukan di Pelatihan Pendidikan Guru Penggerak dan berharap buku ini juga bisa menjadi salah satu media inspirasi bagi Bapak Ibu Guru yang membacanya.
Buku Pembelajaran Sesuai Kebutuhan Murid dengan Alur PAPATET hadir di akhir Program Pelatihan Calon Guru Penggerak (CGP) yang saya ikuti. Saya merasa bahagia bisa mengikuti program CGP.
Banyak ilmu baru yang saya dapatkan. Alur kegiatan pembelajaran MERDEKA dalam program CGP ini sangat bermanfaat dan mudah diaplikasikan baik di dalam Kurikulum 2013 ataupun Kurikulum Merdeka karena esensinya sama.
Pembelajaran berdasarkan alur Program CGP, diawali dengan perubahan paradigma berpikir pembelajaran harus berpihak pada murid, sesuai dengan filosofi Ki Hajar Dewantara.
Paradigma berpikir inilah yang menjadi visi seorang guru ketika dia menyajikan pembelajaran dan menjadi “ruh” dalam setiap keputusan yang dia ambil sebagai pemimpin pembelajaran.
Selanjutnya, melakukan asesmen diagnostik untuk mengenali profil gaya mengajar murid, kemampuan awal murid, dan minat murid.
Hal tersebut menjadi dasar pertimbangan dalam merancang sebuah pembelajaran. Proses pembelajaran yang akan berlangsung pun tentu harus memerhatikan perbedaan individu sehingga dikenal dengan pembelajaran berdiferensiasi.
Di samping itu, guru juga harus mengenali kondisi sosial emosional murid agar pembelajaran dapat berlangsung lebih kondusif dan bermakna.
Tidak lupa di akhir pembelajaran, ketika guru melakukan sebuah penilaian untuk memperoleh informasi tentang pencapaian murid di dalam pembelajaran, guru harus melakukan refleksi dan meminta umpan balik dari murid.
Hasil dari penilaian dan umpan balik dijadikan sebagai bahan dalam
perbaikan perencanaan mengajar selanjutnya dan juga keputusan tindak lanjut untuk perkembangan belajar murid.
Setelah mengikuti serangkaian progam CGP dari modul 1, 2, dan 3, saya
mendapatkan sebuah kesimpulan dalam menyajikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid, kesimpulan tersebut saya namai Model PAPATET.
PAPATET saya ambil dari sebuah carpon (carita pondok) yang pernah bapak saya (Alm) tulis.
Menurut cerita Bapak, judulnya “Papatet Jadi Kalakay Murag” kurang lebih artinya “Tunas Tumbuh, Ranting Tua Jatuh” Sudah lama sekali sejak ayah saya menceritakan isi carpon yang dibuatnya dan saya sudah tidak mengingat-ingat lagi. Akan tetapi, ketika saya hendak membuat akronim untuk model pembelajaran, kata PAPATET tiba-tiba saja muncul dalam benak saya. Jadilah akronim PAPATET.
P=Paradigma berpikir, A=Asesmen awal P=Proses Pembelajaran, A=Asesmen
Akhir T= Telaah Hasil Asesmen, E=Evaluasi dan Refleksi, T=Tindak lanjut.
Begitu penting keberadaan arsip di sekolah, namun sebagian besar sekolah yang ada di Indonesia tidak mengelolanya dengan baik. Pada umumnya arsip-arsip yang dimiliki sekolah hanya ditumpuk di meja, di lemari atau ditempatkan pada map arsip tanpa adanya sistem pengelolaan yang jelas. Selain menyebabkan ruangan menjadi tidak teratur, arsip yang diinginkan sulit untuk ditemukan. Kondisi ini dapat dimaklumi, sebab pada umumnya tenaga administrasi di sekolah dan bahkan kepala sekolah itu sendiri tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang pengelolaan arsip yang baik. Tidak ada panduan atau referensi yang bersifat spefisik untuk mengelola arsip di sekolah. Buku ini saya susun sebagai upaya untuk melakukan penataan arsip di sekolah khususnya di SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo pada saat ditugaskan sebagai kepala sekolah pada tahun 2018 sampai saat ini. Pada Bab I s.d IV dalam buku ini menjabarkan secara singkat tentang teori-teoti sistem kearsipan yang dijelaskan oleh para ahli, mulai dari penciptaan arsip sampai penyusutan. Agar dapat dipahami dengan baik, turut disertakan contoh dalam penerapannya. Pada Bab V dan VI saya jabarkan sistem pengelolaan arsip di SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta sebagai salah satu best practice di sekolah. Penerapan penataan arsip tersebut mengambil salah satu sistem teori yang dikemukakan oleh para ahli yaitu pengelolaan arsip berdasarkan sistem masalah. Setiap Standar Nasional Pendidikan dijabarkan secara detail sampai ke unit masalah kearsipan. Penempatan setiap unit masalah tersebut kami dasarkan pada pemahaman atas dokumen yang perlu dipenuhi di setiap Standar Nasional Pendidikan tersebut. Dalam konteks ini, sangat mungkin penempatan unit masalah tersebut berbeda dengan yang ada di sekolah lainnya
Saung merupakan bangunan kecil seperti rumah yang biasanya di sawah atau di kebun, tempat berteduh dan di sini menjadi wahana bagi Tim Teken (Teras Kencana) berdiskusi membahas program kegiatan dalam rangka penerbitan buku.
PT Teras Kencana
Kantor: Griya Dramaga Asri Blok F3 No. 7-8, Cibanteng,
Ciampea, Bogor. 16620 / Telp.:(+62) 251-842857 / 0813-9849-2176 (WA)
Anggota IKAPI: No. 390/JBA/2021