Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-9596-519
Terbit kali pertama pada Maret 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Maret 2026
Jumlah halaman: vi+74 hlm.
BACA KLIK DI SINI: https://play.google.com/store/books/details/Hari_Wibowo_BUKU_SAKU_SERI_LITNUM_Strategi_Meningk?id=6rnCEQAAQBAJ
Peningkatan kemampuan literasi merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan pendidikan nasional. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, mengevaluasi, serta menggunakan informasi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, literasi menjadi kompetensi dasar yang menentukan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa.
Buku “Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa SD, SMP, dan SMA” disusun sebagai panduan komprehensif bagi guru, kepala sekolah, pengawas, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam mengembangkan program literasi yang terarah, sistematis, dan berkelanjutan di satuan pendidikan. Buku ini berangkat dari kesadaran bahwa literasi harus dikembangkan secara berjenjang sesuai dengan karakteristik peserta didik di setiap tingkat pendidikan.
Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), literasi difokuskan pada penguasaan kemampuan dasar membaca dan menulis serta pembentukan kebiasaan membaca. Di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), literasi diarahkan pada pengembangan kemampuan berpikir analitis, kritis, dan reflektif. Sementara di Sekolah Menengah Atas (SMA), literasi berkembang menjadi kemampuan akademik dan literasi informasi yang mendukung kesiapan siswa menghadapi dunia perguruan tinggi dan kehidupan profesional.
Buku ini juga menekankan pentingnya peran guru dan sekolah sebagai penggerak utama ekosistem literasi, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat sebagai mitra strategis dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan. Selain itu, buku ini mengangkat berbagai inovasi dan tren literasi abad ke-21, termasuk literasi digital, literasi visual, dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran.
Melalui buku ini, diharapkan para pendidik dan pemangku kepentingan pendidikan dapat memperoleh wawasan, inspirasi, dan panduan praktis dalam mengembangkan strategi literasi yang efektif di sekolah masing-masing. Literasi bukan sekadar keterampilan akademik, melainkan fondasi bagi pembentukan karakter, kecerdasan sosial, dan kemampuan berpikir kritis yang menjadi bekal utama generasi muda dalam menghadapi tantangan abad ke-21.
Semoga buku ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat gerakan literasi nasional dan mendorong lahirnya generasi Indonesia yang cerdas, kreatif, dan literat.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-5432-007
Terbit kali pertama pada Maret 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Maret 2026
Jumlah halaman: vi+56 hlm.
BACA KLIK DI SINI: https://play.google.com/store/books/details/HARI_WIBOWO_Pembelajaran_STEM_Mengubah_Ruang_Kelas?id=_lfLEQAAQBAJ
Dunia yang dihadapi anak-anak kita hari ini sangat berbeda dengan dunia tempat kita tumbuh besar. Kita berada di era di mana informasi tersedia di ujung jari, namun kemampuan untuk memilah, menganalisis, dan menggunakan informasi tersebut untuk memecahkan masalah nyata menjadi tantangan yang jauh lebih besar. Di sinilah STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) hadir—bukan sebagai tumpukan materi tambahan yang membebani jadwal mengajar, melainkan sebagai sebuah "kacamata" baru bagi siswa untuk melihat dunia.
Banyak pendidik di tingkat Sekolah Dasar merasa ragu saat mendengar istilah STEM. Muncul kekhawatiran bahwa ini adalah subjek yang mahal, rumit, atau hanya diperuntukkan bagi mereka yang jenius dalam matematika. Buku ini hadir untuk mematahkan mitos tersebut. STEM di sekolah dasar adalah tentang rasa ingin tahu yang terarah. Ini adalah tentang keberanian seorang anak kelas 2 SD untuk bertanya "Mengapa jembatan kertas ini roboh?" dan ketekunan mereka untuk mencoba melipatnya dengan cara berbeda hingga jembatan itu berdiri kokoh.
Dalam buku ini, Anda tidak akan menemukan teori yang mengawang- awang. Sebaliknya, Anda akan menemukan:
• Strategi praktis untuk mengintegrasikan STEM ke dalam kurikulum yang sudah ada (termasuk literasi dan seni).
• Panduan mengelola kelas agar kekacauan kreatif saat bereksperimen tetap menjadi proses belajar yang terstruktur.
• Pentingnya kegagalan sebagai batu loncatan menuju penemuan, membangun mentalitas pantang menyerah (growth mindset) pada siswa sejak dini.
Pendidikan STEM adalah investasi jangka panjang. Saat kita mengajarkan anak-anak cara merancang filter air sederhana atau membangun model bangunan tahan gempa, kita tidak sekadar mengajarkan sains atau teknik. Kita sedang melatih mereka untuk menjadi pemikir kritis, kolaborator yang tangguh, dan pemecah masalah yang inovatif.
Buku ini disusun untuk menjadi rekan diskusi Anda di ruang guru, panduan Anda saat merancang modul, dan penyemangat Anda saat eksperimen di kelas tidak berjalan sesuai rencana. Karena pada akhirnya, tugas kita bukan hanya memastikan siswa mendapatkan nilai bagus di atas kertas, tetapi memastikan mereka memiliki keterampilan untuk membangun dunia yang lebih baik.
Selamat berinovasi dan selamat mengajak siswa-siswi Anda menemukan keajaiban di setiap tantangan!