Penulis: Gunawan Wdiyanto
Rancangan Sampul: Gunawan Widiyanto
Penyunting: Taufik Nugroho
ISBN 978-623-96510-8-4
Terbit kali pertama pada Juli 2022
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Juli 2022
Jumlah halaman: xii+94 hlm
Pemakaian bahasa yang terejawantah secara spesifik ke dalam kombinasi multimodal antara kata (words) secara tekstual dan gambar (images) secara visual yang terpampang di ruang publik telah menjadi bidang penyelidikan Lanskap Linguistik (LL), yang menghubungkaitkan wacana dengan ruang terbuka perkotaan.
Tekstualitas dan visualitas pemakaian bahasa itu ternyata ada di mana-mana, tidak hanya berada di ruang (semi) publik seperti sekolah, stasiun kereta api, museum, bandar udara, dan gedung pemerintah, yang terhimpun ke dalam lanskap konvensional tradisional; tetapi juga berada di arena maya seperti laman, yang tercakup ke dalam lanskap virtual (maya).
Paparan secara sepintas tentang pemakaian bahasa dalam perspektif LL yang terbentang dalam buku ini berusaha menguak tekstualitas dan visualitas (multimodalitas) yang ada di mana-mana itu.
PENATAAN ARSIP DI SEKOLAH:
(Teori dan Best Practice)
Penulis: Eko Khoerul Nurnamawi
Editor: Hari Wibowo dan Ahman Sarman
Penerbit PT Teras Kencana
Cetakan 1, 2022
Jumlah hlm: 118 hlm
ISBN 978-623-88125-1-6
✓ Mengacu pada 8 Standar Nasional Pendidikan
✓ Berdasarkan Pengalaman di Sekolah
✓ Mudah dipahami dan langsung dapat diterapkan di sekolah
✓ Siap menyongsong Akreditasi sekolah
Begitu penting keberadaan arsip di sekolah, namun sebagian besar sekolah yang ada di Indonesia tidak mengelolanya dengan baik. Pada umumnya arsip-arsip yang dimiliki sekolah hanya ditumpuk di meja, di lemari atau ditempatkan pada map arsip tanpa adanya sistem pengelolaan yang jelas. Selain menyebabkan ruangan menjadi tidak teratur, arsip yang diinginkan sulit untuk ditemukan. Kondisi ini dapat dimaklumi, sebab pada umumnya tenaga administrasi di sekolah dan bahkan kepala sekolah itu sendiri tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang pengelolaan arsip yang baik. Tidak ada panduan atau referensi yang bersifat spefisik untuk mengelola arsip di sekolah. Buku ini saya susun sebagai upaya untuk melakukan penataan arsip di sekolah khususnya di SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo pada saat ditugaskan sebagai kepala sekolah pada tahun 2018 sampai saat ini. Pada Bab I s.d IV dalam buku ini menjabarkan secara singkat tentang teori-teoti sistem kearsipan yang dijelaskan oleh para ahli, mulai dari penciptaan arsip sampai penyusutan. Agar dapat dipahami dengan baik, turut disertakan contoh dalam penerapannya. Pada Bab V dan VI saya jabarkan sistem pengelolaan arsip di SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta sebagai salah satu best practice di sekolah. Penerapan penataan arsip tersebut mengambil salah satu sistem teori yang dikemukakan oleh para ahli yaitu pengelolaan arsip berdasarkan sistem masalah. Setiap Standar Nasional Pendidikan dijabarkan secara detail sampai ke unit masalah kearsipan. Penempatan setiap unit masalah tersebut kami dasarkan pada pemahaman atas dokumen yang perlu dipenuhi di setiap Standar Nasional Pendidikan tersebut. Dalam konteks ini, sangat mungkin penempatan unit masalah tersebut berbeda dengan yang ada di sekolah lainnya.
Menumbuhkan Kegemaran Membaca Dan Berpikir Kritis
Buku Referensi Diklat Peningkatan Kompetensi
Guru Bahasa Inggris
Penulis: DR. FATHUR ROHIM
Penyunting : Tim Teken
Penata Letak : Hari & Fatur
Desain sampul: Tim Faro
Penerbit PT Teras Kencana
Cetakan I: xxxx2021
ISBN : 978-623-96510-2-2
X + 276 hlm. 13,5 x 21 cm
Teks cerita atau teks naratif memiliki tingkat kedekatan yang tinggi dalam kehidupan kita karena hampir semua orang tumbuh dan berkembang bersama cerita-cerita yang berkembang di lingkungannya, baik fiksi maupun nonfiksi. Karena dekatnya kehidupan kita dengan teks cerita ini sehingga cerita-cerita tersebut masuk dalam kesadaran sehingga sedikiti banyak mempengaruhi cara kita bertutur, bertindak, bahkan cara kita membangun diri dan mempertahankan diri. Hal ini karena adanya konektivitas antara alur dan tokoh cerita dengan pikiran kita dalam bentuk inspirasi. Cerita juga berfungsi untuk hiburan, relaksasi, kesenangan, serta fungsi katarsis lainnya sehingga posisinya sangat familier dalam kehidupan kita.
Karena peran strategis teks cerita ini, penulis melakukan kajian, eksperimen, serta mengonstruksi pengalaman dalam mengajarkan teks cerita atau naratif ini di kelas dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman siswa sehingga berkontribusi pada peningkatan literasi siswa. Cerita juga dapat menjadi comprehensible input yang memungkinkan siswa untuk melakukan unjuk kerja lebih jauh dengan beragam aktivitas comprehensible output berupa kegiatan meringkas cerita, mengadaptasi cerita dalam konteks berbeda, mengembangkan ide cerita secara kreatif, berbagi peran dalam bentuk drama pendek, dll. Buku ini ditulis untuk berbagi praktik baik tentang teknik pembelajaran teks cerita.
Pembelajaran teks cerita dimulai dari identifikasi peserta didik melalui asesmen diagnostik untuk melihat kemampuan awal siswa dan gaya belajar personalnya agar rancangan pembelajaran dapat dilakukan secara baik dan efektif. Beberapa teknik pembelajaran teks cerita dikenalkan penulis baik yang berbasis games, group investigation, maupun proyek. Rangkaian Teknik pembelajaran dikembangkan dalam bentuk Langkah-langkah operasional yang dapat di adopsi dan adaptasi oleh guru lain.
Buku ini ditulis berdasarkan penelitian penulis di lingkungan kerjanya.
Panduan bagi Kepala Sekolah/Guru yang Ingin Memperbaiki Perilaku Organisasinya.
Penulis: Dr. Nining Dwirosanti, M.Si.
Design Cover: Ziyad FM
Editor: Hari Wibowo
Penerbit PT Teras Kencana
Cetakan Pertama: Maret 2022
No. ISBN: 978-623-96510-5-3
viii; 172 hlm.; 21 cm
Pada setiap organisasi, baik organisasi bisnis maupun organisasi publik (pemerintah), senantiasa mengandalkan sumber daya manusia (SDM), karena SDM dipandang paling menentukan bagi kelangsungan hidup sebuah organisasi. SDM sudah dianggap sebagai modal yang menentukan keberhasilan sebuah organisasi. Storey dalam Armstrong (2010) mendeskripsikan bahwa apabila sebuah organisasi memperlakukan karyawannya sebagai aset berharga yang merupakan sumber daya dengan keunggulan kompetitif di mana karyawan dinilai melalui komitmen mereka yang tinggi terhadap organisasi, memiliki kemampuan adaptasi dan kualitas keterampilan yang tinggi, kinerja dan sebagainya. Penekanannya adalah pada kebutuhan untuk mendapatkan komitmen tinggi dari karyawan dengan menggunakan hati dan pikiran karyawan melalui keterlibatan, komunikasi, kepemimpinan dan metode lain dalam mengembangkan komitmen tinggi terhadap organisasi dan kepercayaan terhadap organisasi tersebut. Fokus perhatian pada prinsipnya dari keadaan saling bergantung antara manajemen dan karyawan dan saling memberikan manfaat dari saling ketergantungan ini, komitmen ini terkontrol untuk tujuan lembaga. Buku ini memberikan gambaran bagaimana pengaruh /dampak kepemimpinan transformasional, kepribadian dan keterlibatan kerja terhadap organizational citizenship behavior pejabat struktural. Buku ini juga sangat bermanfaat dan bisa menjadi salah satu referensi bagi Kepala Sekolah, Para Guru, dan Pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sehingga dapat dijadikan masukan yang berarti dalam meningkatkan Perilaku Kewargaan Organisasi (PKO) pejabat melalui kepribadian, kepemimpinan transformasional, dan keterlibatan kerja. Bagi pejabat struktural dapat dijadikan masukan dalam meningkatkan Perilaku Kewargaan Organisasi (PKO) melalui faktor kepribadian, kepemimpinan transformasional, dan keterlibatan kerja.
Penulis: Member of Professional Association of Indonesian Mandarin Educators
Penerbit PT Teras Kencana
Cetakan I : xxxx2022ISBN : xxxx.xxx.xxxx.xx.xx (dalam Proses)VIII + 132 hlm.13,5 x 21cmThe Professional Association of Indonesian Mandarin Educators (PPPBMI) or the Association of Indonesian Chinese Teachers (印度尼西亚汉语教师联谊会) is a professional association consisting of Chinese teachers throughout Indonesia. Established on May 20 2020, and during this period, we have held many activities to improve the competence of Chinese teachers in Indonesia, including Webinars, Workshops, and Mandarin skills competitions for students and also for teachers.
This year, the Indonesian Chinese Teachers' Association is organizing a compilation of Best Practices in Chinese Language, Art, Culture, and Education with the theme "Multidimensional Chinese Language and Learning". This activity was carried out by involving parties such as the Confucius Institute of Tanjungpura University (丹戎布拉大学孔子学院), Indonesian Kapur Silk Maritime Collage (黎明海丝学院) and the Chinese Language Education Coordinating Board(雅加达华文教育协调机构). This best practice sharing activity was carried out from May 1 to 30 July 2022 and used the Zoom Meeting platform.
This activity is an opportunity for Chinese teachers, Chinese students, and Chinese researchers both in Indonesia and abroad to share their best practices and get information from experts and speakers from several countries such as Indonesia, China, the United States, Singapore, Korea, and Mongolia. Participants in the activity are open to all Chinese language teachers/lecturers in Indonesia, students, researchers, and observers of Mandarin both in Indonesia and abroad.
Finally, we would like to thank the speakers and participants for their participation. We also apologize if there are still shortcomings during the event. We are very open if there are suggestions and constructive criticism so that the implementation of activities in the following year can be carried out better.
Kegiatan kokurikuler merupakan bagian integral dari proses pendidikan yang berfungsi memperkuat, memperluas, dan memperdalam pengalaman belajar peserta didik. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mengembangkan karakter, keterampilan sosial, kepemimpinan, serta nilai-nilai moral yang menjadi fondasi penting dalam pembentukan Profil Lulusan yang utuh.
Dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka, kegiatan kokurikuler memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pembelajaran intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar secara kontekstual, kolaboratif, dan reflektif, sekaligus memperkuat delapan dimensi Profil Lulusan yang meliputi aspek spiritual, sosial, intelektual, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Buku ini disusun untuk menjadi panduan praktis bagi sekolah dalam mengelola kegiatan kokurikuler secara terarah dan terukur. Selain itu, buku ini juga berfungsi sebagai alat dokumentasi dan evaluasi yang membantu sekolah menilai efektivitas kegiatan serta dampaknya terhadap perkembangan peserta didik.
Ruang lingkup buku ini mencakup seluruh aspek kegiatan kokurikuler, mulai dari landasan hukum dan konseptual, jenis dan bentuk kegiatan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan pelaporan. Setiap bagian disusun secara sistematis agar mudah dipahami dan diterapkan oleh guru, pembimbing, serta pihak manajemen sekolah.
Melalui buku ini diharapkan sekolah dapat:
Mengembangkan kegiatan kokurikuler yang relevan dengan kebutuhan dan potensi peserta didik.
Mengintegrasikan kegiatan kokurikuler dengan pembelajaran intrakurikuler dan penguatan Profil Lulusan.
Menumbuhkan budaya sekolah yang berorientasi pada pembelajaran sepanjang hayat, karakter, dan kolaborasi.
Akhirnya, penyusunan buku ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung implementasi kebijakan pendidikan nasional yang berfokus pada pembentukan peserta didik yang beriman, berkarakter, cerdas, kreatif, adaptif, dan berdaya saing global. Semoga buku ini dapat menjadi rujukan yang bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam mengembangkan kegiatan kokurikuler yang bermakna dan berdampak positif bagi peserta didik.
Dalam dunia pendidikan yang terus berubah, keberhasilan belajar tidak lagi hanya diukur dari nilai atau kecerdasan semata, tetapi dari cara seseorang memandang kemampuan dirinya. Pola pikir atau mindset menjadi fondasi utama yang menentukan bagaimana peserta didik menghadapi tantangan, menerima umpan balik, serta memaknai kegagalan dan keberhasilan.
Buku saku ini hadir untuk memperkenalkan dan memperkuat pemahaman tentang growth mindset—pola pikir bertumbuh yang meyakini bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui usaha, strategi yang tepat, dan pembelajaran berkelanjutan. Dengan growth mindset, setiap kesalahan bukanlah akhir, melainkan langkah menuju kemajuan.
Selain itu, buku ini juga mengajak pembaca memahami konsep pembelajaran mendalam (deep learning), yaitu proses belajar yang menekankan pemahaman makna, refleksi, dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Growth mindset dan pembelajaran mendalam saling melengkapi: yang satu menumbuhkan keyakinan untuk terus belajar, sementara yang lain menyediakan ruang untuk berpikir kritis dan kreatif.
Melalui panduan singkat ini, pendidik dan peserta didik diharapkan dapat:
Menyadari pentingnya pola pikir dalam proses belajar.
Menerapkan strategi pembelajaran yang menumbuhkan rasa ingin tahu dan ketekunan.
Membangun lingkungan belajar yang aman, reflektif, dan kolaboratif.
Semoga buku saku ini menjadi teman perjalanan bagi para guru dan siswa untuk terus bertumbuh, belajar dari setiap pengalaman, dan menjadikan proses belajar sebagai petualangan yang bermakna. Karena dalam setiap usaha dan refleksi, selalu ada ruang untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Perubahan zaman yang ditandai oleh kemajuan teknologi, kompleksitas sosial, dan dinamika global menuntut dunia pendidikan untuk bertransformasi. Pendidikan tidak lagi cukup berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi harus mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan empati. Dalam konteks inilah, konsep pembelajaran mendalam (deep learning) hadir sebagai paradigma baru yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses belajar, dengan tujuan membangun pemahaman yang bermakna dan berkelanjutan.
Buku Seri Pembelajaran Mendalam: Kerangka Pembelajaran Mendalam disusun sebagai panduan konseptual dan praktis bagi pendidik, pelatih, dan pemimpin pendidikan dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya. Buku ini menguraikan empat pilar utama yang saling terhubung dan membentuk fondasi pembelajaran mendalam, yaitu:
Praktik Pedagogik – menekankan pendekatan konstruktivis, metakognitif, dan reflektif yang mendorong peserta didik untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman dan interaksi.
Lingkungan Pembelajaran – menyoroti pentingnya ruang belajar yang aman, inklusif, dan inspiratif, baik fisik maupun virtual, yang mendukung eksplorasi dan kreativitas.
Kemitraan Belajar – menggarisbawahi kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan komunitas sebagai ekosistem yang memperkaya pengalaman belajar.
Pemanfaatan Teknologi Digital – menggambarkan bagaimana teknologi dapat digunakan secara strategis untuk memperluas akses, mempersonalisasi pembelajaran, dan memperkuat kolaborasi.
Keempat pilar ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi dalam membentuk kerangka pembelajaran yang utuh dan berkelanjutan. Melalui integrasi pedagogik yang reflektif, lingkungan yang mendukung, kemitraan yang kolaboratif, dan teknologi yang bermakna, pendidikan dapat bergerak menuju pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Buku ini juga mengajak pembaca untuk melihat pembelajaran sebagai proses transformasi — bukan hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi pendidik dan lembaga pendidikan. Pembelajaran mendalam menuntut perubahan cara berpikir, cara mengajar, dan cara berinteraksi dengan dunia. Ia menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan sejati adalah perjalanan bersama menuju pemahaman, kebijaksanaan, dan kemanusiaan.
Semoga buku ini menjadi inspirasi dan panduan praktis bagi para pendidik untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan membangun budaya belajar yang mendalam, bermakna, dan berkelanjutan.
Dalam era pendidikan yang semakin menuntut personalisasi, keterlibatan aktif siswa, dan penilaian yang bermakna, asesmen tidak lagi sekadar alat pengukur hasil belajar. Asesmen kini telah berkembang menjadi bagian integral dari proses pembelajaran itu sendiri. Buku saku ini hadir untuk menjawab kebutuhan para pendidik akan pemahaman yang utuh dan praktis tentang asesmen holistik—sebuah pendekatan yang mengintegrasikan assessment for learning, assessment as learning, dan assessment of learning secara seimbang dan sinergis.
Buku ini dirancang sebagai panduan ringkas, aplikatif, dan relevan bagi guru, kepala sekolah, fasilitator pendidikan, maupun mahasiswa calon pendidik. Di dalamnya, pembaca akan menemukan pembahasan mengenai:
· Fondasi dan prinsip-prinsip asesmen yang efektif;
· Perancangan instrumen yang valid dan adil;
· Praktik pemberian umpan balik yang membangun;
· Integrasi asesmen dalam pembelajaran berdiferensiasi dan berbasis proyek;
· Analisis dan pelaporan hasil asesmen untuk pengambilan keputusan pembelajaran;
· Dan berbagai inovasi asesmen di era digital dan kurikulum merdeka.
Lebih dari itu, buku ini mengajak kita untuk melihat asesmen sebagai alat reflektif dan transformatif, baik bagi guru maupun siswa. Dengan mengembangkan pemahaman tentang assessment as learning, siswa tidak hanya dinilai, tetapi juga didorong untuk menjadi penilai dan pengelola pembelajarannya sendiri—sebuah langkah menuju pembelajaran mendalam dan berkelanjutan.
Kami berharap buku saku ini menjadi teman setia di ruang kelas dan dalam setiap proses perencanaan pembelajaran, sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan yang baik tidak hanya mengukur apa yang telah dikuasai, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar yang bermakna dan manusiawi.
Selamat membaca dan semoga bermanfaat.
Pendidikan yang bermutu tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan metode pengajaran, tetapi juga oleh kemampuan sekolah dalam memahami dan memanfaatkan data secara efektif. Di era transformasi pendidikan saat ini, data menjadi fondasi penting bagi setiap keputusan yang diambil oleh guru, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan. Melalui data, sekolah dapat melihat kondisi nyata pembelajaran, mengenali tantangan, serta merancang strategi perbaikan yang tepat sasaran.
Buku ini disusun sebagai panduan praktis bagi pendidik dan pemimpin sekolah untuk mengembangkan pembelajaran berbasis data—sebuah pendekatan yang menempatkan data sebagai alat refleksi, inovasi, dan pengambilan keputusan. Setiap bab dalam buku ini dirancang untuk membantu pembaca memahami langkah-langkah konkret dalam mengelola data pendidikan, mulai dari pengumpulan, analisis, hingga penerapannya dalam perencanaan dan evaluasi pembelajaran.
Isi buku ini mencakup berbagai aspek penting, seperti pemanfaatan Rapor Pendidikan, analisis hasil belajar siswa, integrasi data non-akademik, hingga strategi membangun budaya data di sekolah. Selain itu, disertakan pula contoh praktik baik, template analisis, serta panduan refleksi yang dapat langsung diterapkan di satuan pendidikan.
Harapannya, buku ini dapat menjadi sumber inspirasi dan referensi bagi guru, kepala sekolah, pengawas, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk menumbuhkan budaya reflektif dan berbasis bukti. Dengan menjadikan data sebagai dasar setiap langkah, sekolah akan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hasil belajar siswa.
Semoga buku ini berkontribusi dalam memperkuat gerakan transformasi pendidikan di Indonesia menuju sistem yang lebih cerdas, transparan, dan berkelanjutan.
Pendidikan abad ke-21 menuntut perubahan mendasar dalam cara berpikir, mengajar, dan belajar. Dunia yang terus berubah dengan cepat menuntut peserta didik tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, beradaptasi, dan berempati. Dalam konteks inilah, konsep pembelajaran mendalam (deep learning) hadir sebagai paradigma baru yang menempatkan proses belajar sebagai perjalanan kesadaran dan transformasi diri.
Buku Seri Pembelajaran Mendalam: Implementasi Pembelajaran Mendalam disusun untuk memberikan panduan komprehensif bagi guru, trainer, dan pemangku kebijakan pendidikan dalam memahami dan menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada makna, refleksi, dan karakter. Buku ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga menghadirkan strategi praktis, studi kasus, dan instrumen pendukung yang dapat langsung diterapkan di ruang kelas dan lingkungan pelatihan.
Pembelajaran mendalam berpijak pada tiga prinsip utama:
• Berkesadaran (Mindful Learning) – menumbuhkan kesadaran penuh terhadap proses berpikir, perasaan, dan pengalaman belajar.
• Bermakna (Meaningful Learning) – mengaitkan pengetahuan dengan konteks kehidupan nyata agar peserta didik memahami tujuan dan relevansi belajar.
• Menggembirakan (Joyful Learning) – menciptakan suasana belajar yang aman, inklusif, dan menumbuhkan motivasi intrinsik.
Melalui penerapan prinsip-prinsip tersebut, pembelajaran tidak lagi sekadar transfer informasi, tetapi menjadi proses yang menumbuhkan manusia pembelajar yang utuh — berpikir kritis, berkarakter kuat, dan memiliki kesadaran sosial.
Buku ini juga menguraikan arah perubahan kurikulum nasional, peran guru dan trainer sebagai penggerak transformasi, serta desain perencanaan pembelajaran yang reflektif dan kontekstual. Setiap bab disusun secara sistematis untuk membantu pembaca memahami hubungan antara konsep, praktik, dan evaluasi pembelajaran mendalam.
Harapannya, buku ini menjadi sumber inspirasi dan panduan praktis bagi para pendidik dalam mewujudkan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan. Dengan semangat kolaborasi dan refleksi, pembelajaran mendalam diharapkan menjadi gerakan bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi semua.
Pendidikan di abad ke-21 menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan sosial, kemajuan teknologi, dan dinamika global menuntut peserta didik untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta adaptif terhadap perubahan. Dalam konteks inilah, pembelajaran tidak lagi cukup berfokus pada penguasaan pengetahuan faktual semata, melainkan harus mampu menumbuhkan pemahaman yang mendalam dan bermakna.
Buku “Panduan Merancang RPP Pembelajaran Mendalam Berbasis Kurikulum Merdeka” hadir sebagai upaya untuk mendukung guru dan pendidik dalam merancang pengalaman belajar yang relevan, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi utuh peserta didik. Pembelajaran mendalam (deep learning) menekankan proses memahami konsep secara menyeluruh, mengaitkan antarpengetahuan, serta menerapkannya dalam situasi nyata. Pendekatan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka, yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran dan memberi ruang bagi guru untuk berinovasi sesuai konteks sekolah dan kebutuhan siswa.
Perubahan paradigma pendidikan dari pembelajaran berorientasi hafalan menuju pembelajaran bermakna menuntut peran baru bagi guru. Guru bukan lagi sekadar penyampai informasi, tetapi menjadi perancang pengalaman belajar yang menumbuhkan rasa ingin tahu, refleksi, dan kemandirian belajar. Melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirancang dengan prinsip pembelajaran mendalam, guru dapat menciptakan suasana belajar yang menantang, kolaboratif, dan berakar pada kehidupan nyata peserta didik.
Buku ini disusun secara sistematis untuk membantu guru memahami konsep pembelajaran mendalam, dasar hukum Kurikulum Merdeka, hingga langkah-langkah praktis dalam merancang RPP yang efektif dan inspiratif. Dilengkapi dengan contoh RPP lintas jenjang, strategi implementasi, serta panduan refleksi dan evaluasi, buku ini diharapkan menjadi referensi komprehensif bagi pendidik dalam mewujudkan pembelajaran yang memerdekakan dan bermakna.
Semoga buku ini menjadi sahabat bagi para guru dalam perjalanan menuju transformasi pendidikan yang berfokus pada pengembangan karakter, kompetensi, dan kemanusiaan peserta didik Indonesia.