Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-2764-623
Terbit kali pertama pada Februari 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Februari 2026
Jumlah halaman: vi+54 hlm
Kegiatan kokurikuler merupakan bagian integral dari proses pendidikan yang berfungsi memperkuat, memperluas, dan memperdalam pengalaman belajar peserta didik. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga mengembangkan karakter, keterampilan sosial, kepemimpinan, serta nilai-nilai moral yang menjadi fondasi penting dalam pembentukan Profil Lulusan yang utuh.
Dalam konteks penerapan Kurikulum Merdeka, kegiatan kokurikuler memiliki peran strategis sebagai jembatan antara pembelajaran intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar secara kontekstual, kolaboratif, dan reflektif, sekaligus memperkuat delapan dimensi Profil Lulusan yang meliputi aspek spiritual, sosial, intelektual, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Buku ini disusun untuk menjadi panduan praktis bagi sekolah dalam mengelola kegiatan kokurikuler secara terarah dan terukur. Selain itu, buku ini juga berfungsi sebagai alat dokumentasi dan evaluasi yang membantu sekolah menilai efektivitas kegiatan serta dampaknya terhadap perkembangan peserta didik.
Ruang lingkup buku ini mencakup seluruh aspek kegiatan kokurikuler, mulai dari landasan hukum dan konseptual, jenis dan bentuk kegiatan, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dan pelaporan. Setiap bagian disusun secara sistematis agar mudah dipahami dan diterapkan oleh guru, pembimbing, serta pihak manajemen sekolah.
Melalui buku ini diharapkan sekolah dapat:
Mengembangkan kegiatan kokurikuler yang relevan dengan kebutuhan dan potensi peserta didik.
Mengintegrasikan kegiatan kokurikuler dengan pembelajaran intrakurikuler dan penguatan Profil Lulusan.
Menumbuhkan budaya sekolah yang berorientasi pada pembelajaran sepanjang hayat, karakter, dan kolaborasi.
Akhirnya, penyusunan buku ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam mendukung implementasi kebijakan pendidikan nasional yang berfokus pada pembentukan peserta didik yang beriman, berkarakter, cerdas, kreatif, adaptif, dan berdaya saing global. Semoga buku ini dapat menjadi rujukan yang bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam mengembangkan kegiatan kokurikuler yang bermakna dan berdampak positif bagi peserta didik.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-7759-823
Terbit kali pertama pada Februari 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Februari 2026
Jumlah halaman: vi+64 hlm
Dalam dunia pendidikan yang terus berubah, keberhasilan belajar tidak lagi hanya diukur dari nilai atau kecerdasan semata, tetapi dari cara seseorang memandang kemampuan dirinya. Pola pikir atau mindset menjadi fondasi utama yang menentukan bagaimana peserta didik menghadapi tantangan, menerima umpan balik, serta memaknai kegagalan dan keberhasilan.
Buku saku ini hadir untuk memperkenalkan dan memperkuat pemahaman tentang growth mindset—pola pikir bertumbuh yang meyakini bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui usaha, strategi yang tepat, dan pembelajaran berkelanjutan. Dengan growth mindset, setiap kesalahan bukanlah akhir, melainkan langkah menuju kemajuan.
Selain itu, buku ini juga mengajak pembaca memahami konsep pembelajaran mendalam (deep learning), yaitu proses belajar yang menekankan pemahaman makna, refleksi, dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan nyata. Growth mindset dan pembelajaran mendalam saling melengkapi: yang satu menumbuhkan keyakinan untuk terus belajar, sementara yang lain menyediakan ruang untuk berpikir kritis dan kreatif.
Melalui panduan singkat ini, pendidik dan peserta didik diharapkan dapat:
Menyadari pentingnya pola pikir dalam proses belajar.
Menerapkan strategi pembelajaran yang menumbuhkan rasa ingin tahu dan ketekunan.
Membangun lingkungan belajar yang aman, reflektif, dan kolaboratif.
Semoga buku saku ini menjadi teman perjalanan bagi para guru dan siswa untuk terus bertumbuh, belajar dari setiap pengalaman, dan menjadikan proses belajar sebagai petualangan yang bermakna. Karena dalam setiap usaha dan refleksi, selalu ada ruang untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-8174-785
Terbit kali pertama pada Januari 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Januari 2026
Jumlah halaman: vi+67 hlm.
Perubahan zaman yang ditandai oleh kemajuan teknologi, kompleksitas sosial, dan dinamika global menuntut dunia pendidikan untuk bertransformasi. Pendidikan tidak lagi cukup berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi harus mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan empati. Dalam konteks inilah, konsep pembelajaran mendalam (deep learning) hadir sebagai paradigma baru yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses belajar, dengan tujuan membangun pemahaman yang bermakna dan berkelanjutan.
Buku Seri Pembelajaran Mendalam: Kerangka Pembelajaran Mendalam disusun sebagai panduan konseptual dan praktis bagi pendidik, pelatih, dan pemimpin pendidikan dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya. Buku ini menguraikan empat pilar utama yang saling terhubung dan membentuk fondasi pembelajaran mendalam, yaitu:
Praktik Pedagogik – menekankan pendekatan konstruktivis, metakognitif, dan reflektif yang mendorong peserta didik untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman dan interaksi.
Lingkungan Pembelajaran – menyoroti pentingnya ruang belajar yang aman, inklusif, dan inspiratif, baik fisik maupun virtual, yang mendukung eksplorasi dan kreativitas.
Kemitraan Belajar – menggarisbawahi kolaborasi antara guru, siswa, orang tua, dan komunitas sebagai ekosistem yang memperkaya pengalaman belajar.
Pemanfaatan Teknologi Digital – menggambarkan bagaimana teknologi dapat digunakan secara strategis untuk memperluas akses, mempersonalisasi pembelajaran, dan memperkuat kolaborasi.
Keempat pilar ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi dalam membentuk kerangka pembelajaran yang utuh dan berkelanjutan. Melalui integrasi pedagogik yang reflektif, lingkungan yang mendukung, kemitraan yang kolaboratif, dan teknologi yang bermakna, pendidikan dapat bergerak menuju pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Buku ini juga mengajak pembaca untuk melihat pembelajaran sebagai proses transformasi — bukan hanya bagi peserta didik, tetapi juga bagi pendidik dan lembaga pendidikan. Pembelajaran mendalam menuntut perubahan cara berpikir, cara mengajar, dan cara berinteraksi dengan dunia. Ia menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan sejati adalah perjalanan bersama menuju pemahaman, kebijaksanaan, dan kemanusiaan.
Semoga buku ini menjadi inspirasi dan panduan praktis bagi para pendidik untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan membangun budaya belajar yang mendalam, bermakna, dan berkelanjutan.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-2484-123
Terbit kali pertama pada Januari 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Januari 2026
Jumlah halaman: vi+78 hlm.
Dalam era pendidikan yang semakin menuntut personalisasi, keterlibatan aktif siswa, dan penilaian yang bermakna, asesmen tidak lagi sekadar alat pengukur hasil belajar. Asesmen kini telah berkembang menjadi bagian integral dari proses pembelajaran itu sendiri. Buku saku ini hadir untuk menjawab kebutuhan para pendidik akan pemahaman yang utuh dan praktis tentang asesmen holistik—sebuah pendekatan yang mengintegrasikan assessment for learning, assessment as learning, dan assessment of learning secara seimbang dan sinergis.
Buku ini dirancang sebagai panduan ringkas, aplikatif, dan relevan bagi guru, kepala sekolah, fasilitator pendidikan, maupun mahasiswa calon pendidik. Di dalamnya, pembaca akan menemukan pembahasan mengenai:
· Fondasi dan prinsip-prinsip asesmen yang efektif;
· Perancangan instrumen yang valid dan adil;
· Praktik pemberian umpan balik yang membangun;
· Integrasi asesmen dalam pembelajaran berdiferensiasi dan berbasis proyek;
· Analisis dan pelaporan hasil asesmen untuk pengambilan keputusan pembelajaran;
· Dan berbagai inovasi asesmen di era digital dan kurikulum merdeka.
Lebih dari itu, buku ini mengajak kita untuk melihat asesmen sebagai alat reflektif dan transformatif, baik bagi guru maupun siswa. Dengan mengembangkan pemahaman tentang assessment as learning, siswa tidak hanya dinilai, tetapi juga didorong untuk menjadi penilai dan pengelola pembelajarannya sendiri—sebuah langkah menuju pembelajaran mendalam dan berkelanjutan.
Kami berharap buku saku ini menjadi teman setia di ruang kelas dan dalam setiap proses perencanaan pembelajaran, sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan yang baik tidak hanya mengukur apa yang telah dikuasai, tetapi juga menumbuhkan semangat belajar yang bermakna dan manusiawi.
Selamat membaca dan semoga bermanfaat.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-6809-417
Terbit kali pertama pada Januari 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Januari 2026
Jumlah halaman: vi+63 hlm.
Pendidikan yang bermutu tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan metode pengajaran, tetapi juga oleh kemampuan sekolah dalam memahami dan memanfaatkan data secara efektif. Di era transformasi pendidikan saat ini, data menjadi fondasi penting bagi setiap keputusan yang diambil oleh guru, kepala sekolah, dan pemangku kebijakan. Melalui data, sekolah dapat melihat kondisi nyata pembelajaran, mengenali tantangan, serta merancang strategi perbaikan yang tepat sasaran.
Buku ini disusun sebagai panduan praktis bagi pendidik dan pemimpin sekolah untuk mengembangkan pembelajaran berbasis data—sebuah pendekatan yang menempatkan data sebagai alat refleksi, inovasi, dan pengambilan keputusan. Setiap bab dalam buku ini dirancang untuk membantu pembaca memahami langkah-langkah konkret dalam mengelola data pendidikan, mulai dari pengumpulan, analisis, hingga penerapannya dalam perencanaan dan evaluasi pembelajaran.
Isi buku ini mencakup berbagai aspek penting, seperti pemanfaatan Rapor Pendidikan, analisis hasil belajar siswa, integrasi data non-akademik, hingga strategi membangun budaya data di sekolah. Selain itu, disertakan pula contoh praktik baik, template analisis, serta panduan refleksi yang dapat langsung diterapkan di satuan pendidikan.
Harapannya, buku ini dapat menjadi sumber inspirasi dan referensi bagi guru, kepala sekolah, pengawas, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk menumbuhkan budaya reflektif dan berbasis bukti. Dengan menjadikan data sebagai dasar setiap langkah, sekolah akan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hasil belajar siswa.
Semoga buku ini berkontribusi dalam memperkuat gerakan transformasi pendidikan di Indonesia menuju sistem yang lebih cerdas, transparan, dan berkelanjutan.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-5868-742
Terbit kali pertama pada Januari 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Januari 2026
Jumlah halaman: vi+70 hlm.
Pendidikan abad ke-21 menuntut perubahan mendasar dalam cara berpikir, mengajar, dan belajar. Dunia yang terus berubah dengan cepat menuntut peserta didik tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, beradaptasi, dan berempati. Dalam konteks inilah, konsep pembelajaran mendalam (deep learning) hadir sebagai paradigma baru yang menempatkan proses belajar sebagai perjalanan kesadaran dan transformasi diri.
Buku Seri Pembelajaran Mendalam: Implementasi Pembelajaran Mendalam disusun untuk memberikan panduan komprehensif bagi guru, trainer, dan pemangku kebijakan pendidikan dalam memahami dan menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada makna, refleksi, dan karakter. Buku ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga menghadirkan strategi praktis, studi kasus, dan instrumen pendukung yang dapat langsung diterapkan di ruang kelas dan lingkungan pelatihan.
Pembelajaran mendalam berpijak pada tiga prinsip utama:
•Berkesadaran (Mindful Learning) – menumbuhkan kesadaran penuh terhadap proses berpikir, perasaan, dan pengalaman belajar.
•Bermakna (Meaningful Learning) – mengaitkan pengetahuan dengan konteks kehidupan nyata agar peserta didik memahami tujuan dan relevansi belajar.
•Menggembirakan (Joyful Learning) – menciptakan suasana belajar yang aman, inklusif, dan menumbuhkan motivasi intrinsik.
Melalui penerapan prinsip-prinsip tersebut, pembelajaran tidak lagi sekadar transfer informasi, tetapi menjadi proses yang menumbuhkan manusia pembelajar yang utuh — berpikir kritis, berkarakter kuat, dan memiliki kesadaran sosial.
Buku ini juga menguraikan arah perubahan kurikulum nasional, peran guru dan trainer sebagai penggerak transformasi, serta desain perencanaan pembelajaran yang reflektif dan kontekstual. Setiap bab disusun secara sistematis untuk membantu pembaca memahami hubungan antara konsep, praktik, dan evaluasi pembelajaran mendalam.
Harapannya, buku ini menjadi sumber inspirasi dan panduan praktis bagi para pendidik dalam mewujudkan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan. Dengan semangat kolaborasi dan refleksi, pembelajaran mendalam diharapkan menjadi gerakan bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan bagi semua.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-3099-402
Terbit kali pertama pada Januari 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Januari 2026
Jumlah halaman: vi+80 hlm.
Pendidikan di abad ke-21 menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan sosial, kemajuan teknologi, dan dinamika global menuntut peserta didik untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta adaptif terhadap perubahan. Dalam konteks inilah, pembelajaran tidak lagi cukup berfokus pada penguasaan pengetahuan faktual semata, melainkan harus mampu menumbuhkan pemahaman yang mendalam dan bermakna.
Buku “Panduan Merancang RPP Pembelajaran Mendalam Berbasis Kurikulum Merdeka” hadir sebagai upaya untuk mendukung guru dan pendidik dalam merancang pengalaman belajar yang relevan, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi utuh peserta didik. Pembelajaran mendalam (deep learning) menekankan proses memahami konsep secara menyeluruh, mengaitkan antarpengetahuan, serta menerapkannya dalam situasi nyata. Pendekatan ini sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka, yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran dan memberi ruang bagi guru untuk berinovasi sesuai konteks sekolah dan kebutuhan siswa.
Perubahan paradigma pendidikan dari pembelajaran berorientasi hafalan menuju pembelajaran bermakna menuntut peran baru bagi guru. Guru bukan lagi sekadar penyampai informasi, tetapi menjadi perancang pengalaman belajar yang menumbuhkan rasa ingin tahu, refleksi, dan kemandirian belajar. Melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dirancang dengan prinsip pembelajaran mendalam, guru dapat menciptakan suasana belajar yang menantang, kolaboratif, dan berakar pada kehidupan nyata peserta didik.
Buku ini disusun secara sistematis untuk membantu guru memahami konsep pembelajaran mendalam, dasar hukum Kurikulum Merdeka, hingga langkah-langkah praktis dalam merancang RPP yang efektif dan inspiratif. Dilengkapi dengan contoh RPP lintas jenjang, strategi implementasi, serta panduan refleksi dan evaluasi, buku ini diharapkan menjadi referensi komprehensif bagi pendidik dalam mewujudkan pembelajaran yang memerdekakan dan bermakna.
Semoga buku ini menjadi sahabat bagi para guru dalam perjalanan menuju transformasi pendidikan yang berfokus pada pengembangan karakter, kompetensi, dan kemanusiaan peserta didik Indonesia.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-5432-007
Terbit kali pertama pada Maret 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Maret 2026
Jumlah halaman: vi+56 hlm.
Dunia yang dihadapi anak-anak kita hari ini sangat berbeda dengan dunia tempat kita tumbuh besar. Kita berada di era di mana informasi tersedia di ujung jari, namun kemampuan untuk memilah, menganalisis, dan menggunakan informasi tersebut untuk memecahkan masalah nyata menjadi tantangan yang jauh lebih besar. Di sinilah STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) hadir—bukan sebagai tumpukan materi tambahan yang membebani jadwal mengajar, melainkan sebagai sebuah "kacamata" baru bagi siswa untuk melihat dunia.
Banyak pendidik di tingkat Sekolah Dasar merasa ragu saat mendengar istilah STEM. Muncul kekhawatiran bahwa ini adalah subjek yang mahal, rumit, atau hanya diperuntukkan bagi mereka yang jenius dalam matematika. Buku ini hadir untuk mematahkan mitos tersebut. STEM di sekolah dasar adalah tentang rasa ingin tahu yang terarah. Ini adalah tentang keberanian seorang anak kelas 2 SD untuk bertanya "Mengapa jembatan kertas ini roboh?" dan ketekunan mereka untuk mencoba melipatnya dengan cara berbeda hingga jembatan itu berdiri kokoh.
Dalam buku ini, Anda tidak akan menemukan teori yang mengawang- awang. Sebaliknya, Anda akan menemukan:
• Strategi praktis untuk mengintegrasikan STEM ke dalam kurikulum yang sudah ada (termasuk literasi dan seni).
• Panduan mengelola kelas agar kekacauan kreatif saat bereksperimen tetap menjadi proses belajar yang terstruktur.
• Pentingnya kegagalan sebagai batu loncatan menuju penemuan, membangun mentalitas pantang menyerah (growth mindset) pada siswa sejak dini.
Pendidikan STEM adalah investasi jangka panjang. Saat kita mengajarkan anak-anak cara merancang filter air sederhana atau membangun model bangunan tahan gempa, kita tidak sekadar mengajarkan sains atau teknik. Kita sedang melatih mereka untuk menjadi pemikir kritis, kolaborator yang tangguh, dan pemecah masalah yang inovatif.
Buku ini disusun untuk menjadi rekan diskusi Anda di ruang guru, panduan Anda saat merancang modul, dan penyemangat Anda saat eksperimen di kelas tidak berjalan sesuai rencana. Karena pada akhirnya, tugas kita bukan hanya memastikan siswa mendapatkan nilai bagus di atas kertas, tetapi memastikan mereka memiliki keterampilan untuk membangun dunia yang lebih baik.
Selamat berinovasi dan selamat mengajak siswa-siswi Anda menemukan keajaiban di setiap tantangan!
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-3807-251
Terbit kali pertama pada April 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, April 2026
Jumlah halaman: vi+71 hlm.
Buku bertajuk "Pembelajaran STEAM: Dari Kelas ke Dunia Nyata: Pembelajaran STEAM untuk Abad ke-21" ini dapat diselesaikan dengan baik. Di era disrupsi teknologi dan informasi saat ini, tantangan dunia pendidikan tidak lagi sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan bagaimana membentuk individu yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu ke dalam satu ekosistem pembelajaran yang relevan dan aplikatif.
Buku ini disusun secara sistematis untuk menjadi panduan bagi para pendidik, praktisi, maupun mahasiswa kependidikan dalam memahami dan mengimplementasikan STEAM di lingkungan sekolah.
Bab 1 hingga 2 akan membawa pembaca memahami filosofi, latar belakang, serta landasan teori yang kuat di balik munculnya STEAM.
Bab 3 membedah setiap komponen STEAM secara mendalam untuk memberikan perspektif yang seimbang antara sains dan seni.
Bab 4 dan 5 menyajikan panduan praktis mengenai model pembelajaran seperti Project-Based Learning serta langkah- langkah konkret dalam merancang pembelajaran yang integratif.
Kami menyadari bahwa buku ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi penyempurnaan di masa mendatang. Akhir kata, semoga buku ini dapat menjadi inspirasi dan referensi yang bermanfaat dalam upaya kita bersama memajukan kualitas pendidikan di Indonesia.
Selamat membaca dan berinovasi!
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-4763-673
Terbit kali pertama pada Maret 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Maret 2026
Jumlah halaman: vi+112 hlm.
Buku ini hadir sebagai upaya untuk memperkaya wawasan dan praktik pembelajaran sastra di sekolah, khususnya dalam konteks pendidikan menengah kejuruan dan umum yang menuntut pembelajaran yang lebih bermakna, reflektif, dan menyenangkan.
Pembelajaran sastra memiliki peran penting dalam membentuk karakter, empati, dan kesadaran budaya peserta didik. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran sastra sering kali masih bersifat teoretis dan kurang menyentuh aspek afektif serta pengalaman hidup peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu menghidupkan kembali semangat belajar sastra sebagai proses penghayatan nilai-nilai kemanusiaan.
Buku ini menawarkan konsep Rancangan Pembelajaran Mendalam (RPM) yang berlandaskan tiga prinsip utama, yaitu bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Melalui penerapan prinsip-prinsip tersebut, pembelajaran sastra diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga pengalaman hidup yang menumbuhkan kesadaran diri, empati sosial, dan kecintaan terhadap bahasa serta budaya Indonesia.
Selain menguraikan landasan teoretis RPM, buku ini juga menyajikan model-model pembelajaran sastra berdasarkan genre—prosa, puisi, dan drama—yang dapat diterapkan secara kontekstual di kelas. Setiap model dilengkapi dengan langkah-langkah pembelajaran yang terintegrasi dalam tahapan Memahami, Menerapkan, dan Merefleksi, sesuai dengan semangat pembelajaran mendalam.
Buku ini ditujukan bagi guru bahasa Indonesia, calon pendidik, serta praktisi pendidikan yang berkomitmen untuk mengembangkan pembelajaran sastra yang humanis dan transformatif. Diharapkan buku ini dapat menjadi panduan praktis sekaligus inspirasi dalam menciptakan suasana belajar sastra yang hidup, kreatif, dan bermakna bagi peserta didik.
Akhirnya, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, masukan, dan semangat dalam penyusunan buku ini. Semoga karya ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran sastra Indonesia di sekolah dan menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berkesadaran literasi tinggi.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-2339-578
Terbit kali pertama pada Maret 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Maret 2026
Jumlah halaman: vi+86 hlm.
Bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam pembentukan kemampuan berpikir, berkomunikasi, dan berkarakter peserta didik di jenjang Sekolah Dasar. Penguasaan bahasa bukan sekadar kemampuan memahami dan menggunakan kata-kata, tetapi juga merupakan fondasi bagi pengembangan seluruh kompetensi akademik dan sosial anak. Oleh karena itu, pembelajaran Bahasa Indonesia di SD harus diarahkan pada penguasaan empat keterampilan berbahasa — menyimak, berbicara dan mempresentasikan, membaca dan memirsa, dan menulis — secara terpadu dan berkesinambungan.
Empat keterampilan berbahasa merupakan dasar bagi seluruh proses belajar di sekolah. Hal ini sesuai Capaian Pembelajaran Fase A-C berikut: Menyimak: Peserta didik mampu menjadi pendengar aktif, memahami informasi dari teks lisan, audio, dan percakapan sehari-hari. Membaca dan Memirsa: Peserta didik mampu membaca kata-kata sehari-hari dengan fasih, memahami teks narasi imajinatif, puisi anak, serta informasi dari bahan visual/ilustrasi. Berbicara dan Mempresentasikan: Peserta didik mampu berbicara dengan santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat, bertanya, menjawab, serta menanggapi percakapan mengenai topik diri dan lingkungan. Menulis: Peserta didik mampu menulis permulaan, mengembangkan tulisan tangan, serta menulis teks sederhana untuk menyampaikan gagasan/perasaan baik secara fisik maupun digital.
Di era literasi digital dan komunikasi global, kemampuan berbahasa yang baik menjadi kunci keberhasilan siswa dalam beradaptasi dengan perubahan zaman. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia di SD masih sering terfokus pada aspek kognitif dan hafalan, belum sepenuhnya mengembangkan keterampilan berbahasa secara fungsional dan kontekstual. Kondisi inilah yang mendorong perlunya panduan komprehensif bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran yang inovatif, komunikatif, dan berorientasi pada pengembangan literasi.
Buku ini disusun untuk memberikan landasan teoretis dan praktis bagi guru, calon guru, serta pengembang kurikulum dalam memahami dan menerapkan berbagai model pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Tujuan utama penulisan buku ini adalah: (1) Menyajikan konsep dan teori dasar tentang pembelajaran bahasa yang berorientasi pada pengembangan empat keterampilan berbahasa. (2) Memberikan contoh model pembelajaran yang aplikatif, kreatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik SD. (3) Menyediakan panduan penilaian autentik yang dapat digunakan untuk menilai keterampilan berbahasa secara menyeluruh. (4) Mendorong guru untuk berinovasi dan melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas.
Dengan demikian, buku ini diharapkan menjadi referensi yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga praktis dan inspiratif dalam meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Buku ini ditujukan bagi: (1) Guru Sekolah Dasar, sebagai panduan dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia yang efektif, menyenangkan, dan berorientasi pada pengembangan literasi. (2) Calon Guru SD, sebagai bahan ajar dan referensi dalam memahami teori serta praktik pembelajaran bahasa yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka. (3) Praktisi Pendidikan Bahasa, termasuk pengawas, dosen, dan pelatih guru, sebagai sumber rujukan dalam pengembangan program pelatihan dan inovasi pembelajaran bahasa di tingkat dasar.
Akhirnya, penulis berharap buku ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar, serta menjadi inspirasi bagi para pendidik untuk terus berinovasi dalam menumbuhkan generasi yang literat, komunikatif, dan berkarakter.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-5836-614
Terbit kali pertama pada Maret 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Maret 2026
Jumlah halaman: vi+68 hlm.
Bahasa Indonesia memiliki kedudukan yang sangat penting dalam dunia pendidikan, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebagai bahasa persatuan dan sarana berpikir, Bahasa Indonesia berperan dalam membentuk kemampuan literasi, komunikasi, dan karakter peserta didik. Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah tidak hanya bertujuan agar peserta didik mampu menggunakan bahasa dengan baik dan benar, tetapi juga agar mereka dapat berpikir kritis, kreatif, dan reflektif dalam memahami serta menanggapi berbagai fenomena sosial dan budaya di sekitarnya.
Perubahan paradigma pendidikan melalui penerapan Kurikulum Merdeka menuntut adanya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi. Dalam konteks ini, guru Bahasa Indonesia dituntut untuk mampu merancang dan melaksanakan pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran berbahasa, kemampuan berpikir tingkat tinggi, serta sikap positif terhadap bahasa dan budaya bangsa.
Kurikulum Merdeka menegaskan pentingnya Capaian Pembelajaran (CP) sebagai arah pengembangan kompetensi peserta didik. Pada Fase D (kelas VII–VIII), pembelajaran difokuskan pada penguatan keterampilan berbahasa dan berpikir kritis melalui kegiatan memahami, menanggapi, dan menghasilkan berbagai jenis teks. Sementara pada Fase E (kelas IX), pembelajaran diarahkan pada pengintegrasian keterampilan berbahasa untuk mengekspresikan gagasan, pendapat, dan perasaan secara bertanggung jawab dalam konteks sosial dan akademik.
Buku ini hadir sebagai panduan bagi guru Bahasa Indonesia SMP dalam menerapkan berbagai model dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan tuntutan Kurikulum Merdeka. Melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang berlandaskan tiga prinsip utama—Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan—buku ini mengarahkan guru untuk menciptakan proses belajar yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga membangun kesadaran reflektif dan pengalaman belajar yang menyenangkan.
Selain itu, buku ini menguraikan berbagai model pembelajaran inovatif, seperti Project-Based Learning, Problem-Based Learning, Cooperative Learning, Discovery Learning, Inquiry Learning, dan Genre-Based Approach, yang dapat diterapkan dalam pengembangan empat keterampilan berbahasa: menyimak, berbicara dan mempresentasikan, membaca dan memirsa, serta menulis. Setiap model disertai dengan strategi penerapan, contoh kegiatan, serta integrasi prinsip pembelajaran mendalam agar guru dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan konteks kelas masing-masing.
Buku ini juga dilengkapi dengan contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis pendekatan mendalam yang mengintegrasikan tahapan Memahami, Menerapkan, dan Merefleksi, serta prinsip Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan. Contoh RPP tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru dalam merancang pembelajaran yang efektif, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara utuh.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-5345-661
Terbit kali pertama pada April 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, April 2026
Jumlah halaman: vi+69 hlm.
Pelatihan guru merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Di dalamnya, tidak hanya dibutuhkan penyampaian materi yang kuat, tetapi juga suasana belajar yang hidup, interaktif, dan menyenangkan. Salah satu cara efektif untuk menciptakan suasana tersebut adalah melalui ice breaking — kegiatan sederhana namun berdampak besar dalam membangun energi positif, mempererat hubungan antar peserta, serta menumbuhkan semangat belajar sepanjang sesi pelatihan.
Buku Seru, Aktif, Bermakna! 50 Ice Breaking untuk Pelatihan Guru ini disusun sebagai panduan praktis bagi para trainer, fasilitator, dan pendidik yang ingin mengintegrasikan ice breaking secara efektif dalam pelatihan guru, baik dalam format luring (tatap muka) maupun daring (online). Setiap bab dirancang sistematis, mulai dari konsep dasar, strategi pelaksanaan, contoh kegiatan, hingga rancangan sesi pelatihan yang lengkap dengan panduan evaluasi dan dampaknya.
Melalui buku ini, pembaca akan menemukan lebih dari 50 contoh ice breaking siap pakai yang dapat langsung diterapkan di berbagai konteks pelatihan. Setiap kegiatan dilengkapi dengan tujuan, langkah-langkah pelaksanaan, serta bahan dan media yang dibutuhkan, sehingga memudahkan trainer dalam menyesuaikan dengan karakteristik peserta dan waktu yang tersedia.
Lebih dari sekadar permainan, ice breaking dalam buku ini dipahami sebagai alat pedagogis — sarana untuk membangun interaksi, menumbuhkan kolaborasi, dan memperkuat makna pembelajaran. Dengan pendekatan yang reflektif dan kontekstual, kegiatan-kegiatan ini diharapkan mampu membantu guru tidak hanya belajar dengan gembira, tetapi juga membawa semangat positif tersebut ke dalam kelas mereka.
Semoga buku ini menjadi inspirasi dan panduan praktis bagi siapa pun yang berperan dalam pengembangan profesional guru. Dengan kreativitas, empati, dan semangat kolaboratif, setiap pelatihan dapat menjadi ruang belajar yang hangat, bermakna, dan penuh energi positif — karena guru yang bahagia akan melahirkan pembelajaran yang menginspirasi.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-1965-358
Terbit kali pertama pada April 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, April 2026
Jumlah halaman: vi+78 hlm.
Pendidikan yang bermutu tidak dapat dilepaskan dari peran kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran. Kepala sekolah bukan sekadar pengelola administrasi, melainkan figur strategis yang menentukan arah, budaya, dan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan. Dalam konteks perubahan kebijakan nasional dan percepatan transformasi digital, kepala sekolah dituntut untuk memiliki kompetensi yang utuh—kepribadian yang kuat, kemampuan sosial yang tinggi, profesionalisme yang unggul, serta kepemimpinan strategis yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Buku Pemimpin Inspiratif: Kepemimpinan Strategis Kepala Sekolah di Era Transformasi Pendidikan hadir sebagai panduan konseptual dan praktis bagi kepala sekolah, pengawas, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam memahami serta mengimplementasikan arah baru kepemimpinan pendidikan sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah. Regulasi ini menegaskan pentingnya kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran yang berorientasi pada mutu, inovasi, dan kolaborasi.
Buku ini disusun dengan pendekatan sistematis, dimulai dari pemahaman dasar tentang kompetensi kepala sekolah, strategi implementasi, hingga contoh nyata praktik baik kepemimpinan di lapangan. Setiap bab dirancang untuk memberikan wawasan teoritis sekaligus panduan aplikatif yang dapat diterapkan dalam konteks sekolah masing-masing.
Melalui buku ini, diharapkan kepala sekolah mampu:
Memahami arah kebijakan pendidikan nasional dan implikasinya terhadap peran kepemimpinan sekolah.
Mengembangkan kompetensi kepribadian, sosial, profesional, dan strategis secara berkelanjutan.
Mengelola pembelajaran berbasis data dan teknologi digital secara efektif.
Menjadi agen perubahan yang menginspirasi guru, siswa, dan masyarakat dalam membangun budaya belajar yang kolaboratif dan inovatif.
Buku ini juga memuat studi kasus dan praktik baik dari berbagai sekolah yang berhasil menerapkan kepemimpinan strategis, serta instrumen asesmen dan rencana pengembangan diri (RPD) yang dapat digunakan sebagai alat refleksi dan pembinaan berkelanjutan.
Semoga buku ini menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala sekolah di Indonesia. Dengan kepemimpinan yang berintegritas, adaptif, dan visioner, kepala sekolah diharapkan mampu membawa sekolah menuju keunggulan dan relevansi di era transformasi pendidikan global.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-3751-861
Terbit kali pertama pada April 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, April 2026
Jumlah halaman: vi+54 hlm.
Buku “Pembelajaran Inovatif: Pemanfaatan Gemini AI dan Canva AI dalam Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar” ini dapat disusun sebagai salah satu upaya peningkatan kompetensi guru di era transformasi digital.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pembelajaran dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan tersebut, agar proses belajar mengajar tetap relevan, menarik, dan bermakna bagi peserta didik.
Buku ini dirancang untuk memberikan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis kepada guru sekolah dasar dalam memanfaatkan dua platform berbasis AI, yaitu Gemini AI dan Canva AI. Gemini AI berfungsi sebagai asisten cerdas yang membantu guru menghasilkan ide, naskah, dan materi pembelajaran, sedangkan Canva AI berperan sebagai alat desain visual yang memungkinkan guru menciptakan media pembelajaran yang kreatif dan interaktif.
Melalui materi buku ini, diharapkan guru tidak hanya mampu menggunakan teknologi secara teknis, tetapi juga memahami nilai-nilai etika, tanggung jawab, dan keamanan digital dalam penerapannya. Buku ini juga menekankan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan refleksi berkelanjutan agar pemanfaatan AI benar-benar mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Semoga buku ini dapat menjadi panduan yang bermanfaat bagi para pendidik dalam mengembangkan pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan berdaya saing di era kecerdasan buatan.
“Selamat belajar, berinovasi, dan bertransformasi menuju pembelajaran masa depan yang cerdas dan humanis.”
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-9596-519
Terbit kali pertama pada Maret 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Maret 2026
Jumlah halaman: vi+74 hlm.
Peningkatan kemampuan literasi merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan pendidikan nasional. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, mengevaluasi, serta menggunakan informasi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari. Di era globalisasi dan digitalisasi saat ini, literasi menjadi kompetensi dasar yang menentukan kualitas sumber daya manusia dan daya saing bangsa.
Buku “Strategi Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa SD, SMP, dan SMA” disusun sebagai panduan komprehensif bagi guru, kepala sekolah, pengawas, dan pemangku kepentingan pendidikan dalam mengembangkan program literasi yang terarah, sistematis, dan berkelanjutan di satuan pendidikan. Buku ini berangkat dari kesadaran bahwa literasi harus dikembangkan secara berjenjang sesuai dengan karakteristik peserta didik di setiap tingkat pendidikan.
Pada jenjang Sekolah Dasar (SD), literasi difokuskan pada penguasaan kemampuan dasar membaca dan menulis serta pembentukan kebiasaan membaca. Di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), literasi diarahkan pada pengembangan kemampuan berpikir analitis, kritis, dan reflektif. Sementara di Sekolah Menengah Atas (SMA), literasi berkembang menjadi kemampuan akademik dan literasi informasi yang mendukung kesiapan siswa menghadapi dunia perguruan tinggi dan kehidupan profesional.
Buku ini juga menekankan pentingnya peran guru dan sekolah sebagai penggerak utama ekosistem literasi, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat sebagai mitra strategis dalam membangun budaya literasi yang berkelanjutan. Selain itu, buku ini mengangkat berbagai inovasi dan tren literasi abad ke-21, termasuk literasi digital, literasi visual, dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran.
Melalui buku ini, diharapkan para pendidik dan pemangku kepentingan pendidikan dapat memperoleh wawasan, inspirasi, dan panduan praktis dalam mengembangkan strategi literasi yang efektif di sekolah masing-masing. Literasi bukan sekadar keterampilan akademik, melainkan fondasi bagi pembentukan karakter, kecerdasan sosial, dan kemampuan berpikir kritis yang menjadi bekal utama generasi muda dalam menghadapi tantangan abad ke-21.
Semoga buku ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat gerakan literasi nasional dan mendorong lahirnya generasi Indonesia yang cerdas, kreatif, dan literat.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-0180-808
Terbit kali pertama pada April 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, April 2026
Jumlah halaman: vi+86 hlm.
Kemampuan numerasi merupakan salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang menjadi fondasi bagi peserta didik untuk berpikir logis, analitis, dan kritis dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menafsirkan, dan menggunakan informasi kuantitatif dalam konteks nyata. Dalam era digital dan berbasis data seperti saat ini, kemampuan numerasi menjadi kunci bagi peserta didik untuk mengambil keputusan yang rasional, berbasis bukti, dan bertanggung jawab.
Buku “Peningkatan Kemampuan Numerasi Siswa SD, SMP, dan SMA” disusun sebagai panduan komprehensif bagi guru, kepala sekolah, dan fasilitator pendidikan dalam mengembangkan pembelajaran numerasi yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan Profil Pelajar Pancasila. Buku ini dirancang untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka, yang menekankan pembelajaran mendalam, diferensiasi, serta penguatan kompetensi literasi dan numerasi di seluruh jenjang pendidikan.
Melalui buku ini, pembaca akan memperoleh pemahaman menyeluruh tentang konsep dasar numerasi, prinsip pembelajaran yang efektif, strategi penguatan numerasi di setiap jenjang, serta contoh penerapan nyata dalam bentuk Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam (RPM). Selain itu, buku ini juga memuat panduan asesmen numerasi, contoh instrumen dan rubrik penilaian, serta strategi implementasi dan evaluasi program peningkatan numerasi di sekolah.
Struktur buku disusun secara sistematis agar mudah dipahami dan diterapkan oleh pendidik di lapangan. Setiap bab dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, uraian teori, contoh praktik baik, refleksi guru, dan latihan pengembangan perangkat ajar. Ilustrasi, tabel, dan contoh kontekstual disajikan untuk membantu guru memahami penerapan numerasi sesuai karakteristik jenjang pendidikan.
Buku ini diharapkan menjadi sumber inspirasi dan panduan praktis bagi para pendidik dalam menumbuhkan budaya numerasi di sekolah. Melalui pembelajaran numerasi yang bermakna, peserta didik tidak hanya mampu menguasai konsep matematika, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan kehidupan nyata.
Penulis: Hari Wibowo
Rancangan Sampul: Tim TeKen
Penyunting: Ibnu Wandhi
QRCBN: 62-2826-7110-111
Terbit kali pertama pada April 2026
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, April 2026
Jumlah halaman: vi+62 hlm.
Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan salah satu instrumen penting dalam sistem asesmen pendidikan nasional yang berfungsi untuk mengukur kemampuan berpikir logis, analitis, verbal, numerik, dan spasial peserta didik secara objektif dan terstandar. Dalam konteks transformasi pendidikan Indonesia, TKA memiliki peran strategis sebagai alat diagnostik dan pengembangan yang mendukung terwujudnya pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi dan karakter sebagaimana tercermin dalam Delapan Profil Lulusan.
Buku saku Tes Kemampuan Akademik (TKA) ini disusun berdasarkan Panduan Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmendik) Kemendikdasmen, dengan tujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada pendidik, pengembang asesmen, dan pemangku kepentingan pendidikan mengenai konsep, prinsip, serta implementasi TKA secara profesional dan berintegritas.
Isi buku ini mencakup sepuluh bab utama yang disusun secara sistematis, dimulai dari konsep dasar dan landasan hukum TKA, pengembangan instrumen, pelaksanaan tes, hingga analisis hasil dan pemanfaatannya dalam konteks pendidikan. Selain itu, buku ini juga memuat pembahasan mengenai penjaminan mutu, etika asesmen, serta inovasi pengembangan TKA berbasis teknologi digital yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Melalui buku saku ini, diharapkan para pendidik dan pengelola asesmen dapat:
Memahami prinsip-prinsip ilmiah dalam penyusunan dan pelaksanaan TKA.
Menggunakan hasil TKA secara tepat untuk perencanaan pembelajaran, program remedial, dan pengayaan.
Menjamin pelaksanaan asesmen yang adil, objektif, dan berorientasi pada pengembangan peserta didik.
Berpartisipasi aktif dalam peningkatan mutu asesmen nasional melalui inovasi dan kolaborasi berkelanjutan.
Akhirnya, besar harapan bahwa buku saku ini dapat menjadi rujukan praktis dan ilmiah dalam memperkuat kapasitas satuan pendidikan dalam melaksanakan asesmen akademik yang bermutu, berkeadilan, dan berdaya guna. Semoga upaya ini turut berkontribusi dalam mewujudkan sistem pendidikan nasional yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada keunggulan.
Buku ini ditulis berdasarkan penelitian penulis di lingkungan kerjanya.
Panduan bagi Kepala Sekolah/Guru yang Ingin Memperbaiki Perilaku Organisasinya.
Penulis: Dr. Nining Dwirosanti, M.Si.
Design Cover: Ziyad FM
Editor: Hari Wibowo
Penerbit PT Teras Kencana
Cetakan Pertama: Maret 2022
No. ISBN: 978-623-96510-5-3
viii; 172 hlm.; 21 cm
Pada setiap organisasi, baik organisasi bisnis maupun organisasi publik (pemerintah), senantiasa mengandalkan sumber daya manusia (SDM), karena SDM dipandang paling menentukan bagi kelangsungan hidup sebuah organisasi. SDM sudah dianggap sebagai modal yang menentukan keberhasilan sebuah organisasi. Storey dalam Armstrong (2010) mendeskripsikan bahwa apabila sebuah organisasi memperlakukan karyawannya sebagai aset berharga yang merupakan sumber daya dengan keunggulan kompetitif di mana karyawan dinilai melalui komitmen mereka yang tinggi terhadap organisasi, memiliki kemampuan adaptasi dan kualitas keterampilan yang tinggi, kinerja dan sebagainya. Penekanannya adalah pada kebutuhan untuk mendapatkan komitmen tinggi dari karyawan dengan menggunakan hati dan pikiran karyawan melalui keterlibatan, komunikasi, kepemimpinan dan metode lain dalam mengembangkan komitmen tinggi terhadap organisasi dan kepercayaan terhadap organisasi tersebut. Fokus perhatian pada prinsipnya dari keadaan saling bergantung antara manajemen dan karyawan dan saling memberikan manfaat dari saling ketergantungan ini, komitmen ini terkontrol untuk tujuan lembaga. Buku ini memberikan gambaran bagaimana pengaruh /dampak kepemimpinan transformasional, kepribadian dan keterlibatan kerja terhadap organizational citizenship behavior pejabat struktural. Buku ini juga sangat bermanfaat dan bisa menjadi salah satu referensi bagi Kepala Sekolah, Para Guru, dan Pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sehingga dapat dijadikan masukan yang berarti dalam meningkatkan Perilaku Kewargaan Organisasi (PKO) pejabat melalui kepribadian, kepemimpinan transformasional, dan keterlibatan kerja. Bagi pejabat struktural dapat dijadikan masukan dalam meningkatkan Perilaku Kewargaan Organisasi (PKO) melalui faktor kepribadian, kepemimpinan transformasional, dan keterlibatan kerja.
Penulis: Member of Professional Association of Indonesian Mandarin Educators
Penerbit PT Teras Kencana
Cetakan I : Juni, 2022QRCBN : 62-2826-9206-110VIII + 132 hlm.13,5 x 21cmThe Professional Association of Indonesian Mandarin Educators (PPPBMI) or the Association of Indonesian Chinese Teachers (印度尼西亚汉语教师联谊会) is a professional association consisting of Chinese teachers throughout Indonesia. Established on May 20 2020, and during this period, we have held many activities to improve the competence of Chinese teachers in Indonesia, including Webinars, Workshops, and Mandarin skills competitions for students and also for teachers.
This year, the Indonesian Chinese Teachers' Association is organizing a compilation of Best Practices in Chinese Language, Art, Culture, and Education with the theme "Multidimensional Chinese Language and Learning". This activity was carried out by involving parties such as the Confucius Institute of Tanjungpura University (丹戎布拉大学孔子学院), Indonesian Kapur Silk Maritime Collage (黎明海丝学院) and the Chinese Language Education Coordinating Board(雅加达华文教育协调机构). This best practice sharing activity was carried out from May 1 to 30 July 2022 and used the Zoom Meeting platform.
This activity is an opportunity for Chinese teachers, Chinese students, and Chinese researchers both in Indonesia and abroad to share their best practices and get information from experts and speakers from several countries such as Indonesia, China, the United States, Singapore, Korea, and Mongolia. Participants in the activity are open to all Chinese language teachers/lecturers in Indonesia, students, researchers, and observers of Mandarin both in Indonesia and abroad.
Finally, we would like to thank the speakers and participants for their participation. We also apologize if there are still shortcomings during the event. We are very open if there are suggestions and constructive criticism so that the implementation of activities in the following year can be carried out better.
Menumbuhkan Kegemaran Membaca Dan Berpikir Kritis
Buku Referensi Diklat Peningkatan Kompetensi
Guru Bahasa Inggris
Penulis: DR. FATHUR ROHIM
Penyunting : Tim Teken
Penata Letak : Hari & Fatur
Desain sampul: Tim Faro
Penerbit PT Teras Kencana
Cetakan I: xxxx2021
ISBN : 978-623-96510-2-2
X + 276 hlm. 13,5 x 21 cm
Teks cerita atau teks naratif memiliki tingkat kedekatan yang tinggi dalam kehidupan kita karena hampir semua orang tumbuh dan berkembang bersama cerita-cerita yang berkembang di lingkungannya, baik fiksi maupun nonfiksi. Karena dekatnya kehidupan kita dengan teks cerita ini sehingga cerita-cerita tersebut masuk dalam kesadaran sehingga sedikiti banyak mempengaruhi cara kita bertutur, bertindak, bahkan cara kita membangun diri dan mempertahankan diri. Hal ini karena adanya konektivitas antara alur dan tokoh cerita dengan pikiran kita dalam bentuk inspirasi. Cerita juga berfungsi untuk hiburan, relaksasi, kesenangan, serta fungsi katarsis lainnya sehingga posisinya sangat familier dalam kehidupan kita.
Karena peran strategis teks cerita ini, penulis melakukan kajian, eksperimen, serta mengonstruksi pengalaman dalam mengajarkan teks cerita atau naratif ini di kelas dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman siswa sehingga berkontribusi pada peningkatan literasi siswa. Cerita juga dapat menjadi comprehensible input yang memungkinkan siswa untuk melakukan unjuk kerja lebih jauh dengan beragam aktivitas comprehensible output berupa kegiatan meringkas cerita, mengadaptasi cerita dalam konteks berbeda, mengembangkan ide cerita secara kreatif, berbagi peran dalam bentuk drama pendek, dll. Buku ini ditulis untuk berbagi praktik baik tentang teknik pembelajaran teks cerita.
Pembelajaran teks cerita dimulai dari identifikasi peserta didik melalui asesmen diagnostik untuk melihat kemampuan awal siswa dan gaya belajar personalnya agar rancangan pembelajaran dapat dilakukan secara baik dan efektif. Beberapa teknik pembelajaran teks cerita dikenalkan penulis baik yang berbasis games, group investigation, maupun proyek. Rangkaian Teknik pembelajaran dikembangkan dalam bentuk Langkah-langkah operasional yang dapat di adopsi dan adaptasi oleh guru lain.
Penulis: Gunawan Wdiyanto
Rancangan Sampul: Gunawan Widiyanto
Penyunting: Taufik Nugroho
ISBN 978-623-96510-8-4
Terbit kali pertama pada Juli 2022
oleh PT Teras Kencana
Cetakan pertama, Juli 2022
Jumlah halaman: xii+94 hlm
Pemakaian bahasa yang terejawantah secara spesifik ke dalam kombinasi multimodal antara kata (words) secara tekstual dan gambar (images) secara visual yang terpampang di ruang publik telah menjadi bidang penyelidikan Lanskap Linguistik (LL), yang menghubungkaitkan wacana dengan ruang terbuka perkotaan.
Tekstualitas dan visualitas pemakaian bahasa itu ternyata ada di mana-mana, tidak hanya berada di ruang (semi) publik seperti sekolah, stasiun kereta api, museum, bandar udara, dan gedung pemerintah, yang terhimpun ke dalam lanskap konvensional tradisional; tetapi juga berada di arena maya seperti laman, yang tercakup ke dalam lanskap virtual (maya).
Paparan secara sepintas tentang pemakaian bahasa dalam perspektif LL yang terbentang dalam buku ini berusaha menguak tekstualitas dan visualitas (multimodalitas) yang ada di mana-mana itu.
PENATAAN ARSIP DI SEKOLAH:
(Teori dan Best Practice)
Penulis: Eko Khoerul Nurnamawi
Editor: Hari Wibowo dan Ahman Sarman
Penerbit PT Teras Kencana
Cetakan 1, 2022
Jumlah hlm: 118 hlm
ISBN 978-623-88125-1-6
✓ Mengacu pada 8 Standar Nasional Pendidikan
✓ Berdasarkan Pengalaman di Sekolah
✓ Mudah dipahami dan langsung dapat diterapkan di sekolah
✓ Siap menyongsong Akreditasi sekolah
Begitu penting keberadaan arsip di sekolah, namun sebagian besar sekolah yang ada di Indonesia tidak mengelolanya dengan baik. Pada umumnya arsip-arsip yang dimiliki sekolah hanya ditumpuk di meja, di lemari atau ditempatkan pada map arsip tanpa adanya sistem pengelolaan yang jelas. Selain menyebabkan ruangan menjadi tidak teratur, arsip yang diinginkan sulit untuk ditemukan. Kondisi ini dapat dimaklumi, sebab pada umumnya tenaga administrasi di sekolah dan bahkan kepala sekolah itu sendiri tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang pengelolaan arsip yang baik. Tidak ada panduan atau referensi yang bersifat spefisik untuk mengelola arsip di sekolah. Buku ini saya susun sebagai upaya untuk melakukan penataan arsip di sekolah khususnya di SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo pada saat ditugaskan sebagai kepala sekolah pada tahun 2018 sampai saat ini. Pada Bab I s.d IV dalam buku ini menjabarkan secara singkat tentang teori-teoti sistem kearsipan yang dijelaskan oleh para ahli, mulai dari penciptaan arsip sampai penyusutan. Agar dapat dipahami dengan baik, turut disertakan contoh dalam penerapannya. Pada Bab V dan VI saya jabarkan sistem pengelolaan arsip di SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta sebagai salah satu best practice di sekolah. Penerapan penataan arsip tersebut mengambil salah satu sistem teori yang dikemukakan oleh para ahli yaitu pengelolaan arsip berdasarkan sistem masalah. Setiap Standar Nasional Pendidikan dijabarkan secara detail sampai ke unit masalah kearsipan. Penempatan setiap unit masalah tersebut kami dasarkan pada pemahaman atas dokumen yang perlu dipenuhi di setiap Standar Nasional Pendidikan tersebut. Dalam konteks ini, sangat mungkin penempatan unit masalah tersebut berbeda dengan yang ada di sekolah lainnya.